[Fanfiction] Between Hate And Love

Title : Between HATE and LOVE

Cast: Krystal f (X) dan Baekhyun (EXO-K)

Support Cast : you’ll find it ^^

Genre: Friendship, Romance, Happy

Rating: Siapa saja boleh baca :]

Length: One Shoot

Author: Jung Sang Ri

Annyeong All :]

Untuk Fanfict kali ini sejujurnya aku bingung mau bikin seperti apa agar FF ini menjadi  bagus. Tetapi, setelah aku bolak-balik otakku (Maksudnya apa itu??) akhirnya ketemu juga ide-nya. Ya.. memang sedikit terpaksa, tetapi semoga FF ini berhasil membuat reader mendapatkan kata FEEL dan kawan-kawannya. Sudah ya, sekian bye-bye. Don’t bash and don’t plagiat. Happy reading :]

:]

“Aduh Sulli, kenapa kau membela mereka? Bukankah kau itu sahabatku? Kan sudah jelas mereka yang salah, mereka kan tidak ikut bekerja, kenapa kau menjadi bersikap membela mereka di depan sonsaengnim? Jangan-jangan kau diancam mereka ya?” omel seorang yeoja kepada sahabatnya.

“Bukan itu maksudku, Krystal. Aku bukannya membela mereka tetapi—“ kata Sulli terputus. “Tetapi apa? Kau mau menjadi pahlawan buat mereka?” tanya Krystal.

“Aish, kau jangan berburuk sangka dulu dong. Aku ini membela mereka ada tujuannya.” jelas Sulli. “Maksudmu?”

“Sudahlah, kau tenang saja dulu.” “Tenang bagaimana? Kau tau kan tadi? Tadi aku dimarahi Jung sonsaengnim, dan kau hanya diam saja.” omel Krystal kesal.

“Aish, kau masih muda saja sudah seperti ini. Bagaimana nanti? Pantas saja kau sering ditakuti oleh banyak orang. Bagaimana bisa ada namja yang mau dekat denganmu kalau kau seperti ini. Sudahlah Krystal ini sudah biasa, nggak usah diperbesar-besarkan.” jelas Sulli.

“Tapi Sulli ini kan—“ saat Krystal berbicara, tiba-tiba saja ada yang melempar bola ke kepala Krystal. Krystal yang merasakannya sedikit pusing, dengan cepat ia mengambil bola basket itu. “Siapa yang melempar bola basket ini?” tanya Krystal kesal. “Krystal tahan emosimu. Kau jangan galak-galak dong.”

“Mianhae, aku tak sengaja.” kata seorang namja datang menghampiri Krystal. Krystal yang melihatnya kesal. “Oh, jadi kau yang melemparnya?” tanya Krystal kesal. “Mianhae, aku benar-benar tak sengaja.” kata namja itu kepada Krystal. “Hanya minta maaf? Hanya itu? Kau tau? Kau menambah peringkat amarahku menjadi peringkat satu. Sudah dimarahi sama Jung sonsaengnim panjang lebar kali tinggi, sekarang kau—“ entah kenapa tiba-tiba kepala Krystal menjadi sangat pusing dan tak berapa lama kemudian Krystal langsung tak sadarkan diri.

“Krystal!”

:]

“Syukurlah, kau akhirnya sadar juga.” kata Sulli tersenyum saat melihat sahabatnya sudah sadar. “Dimana aku?” tanya Krystal. “Kau sedang di UKS, tadi kau pingsan saat kau sedang mengomeli namja yang tak sengaja melemparkan bola basket ke kepalamu.” jelas Sulli. Krystal langsung bangkit sambil memegang kepalanya yang masih pusing.

“Dimana namja itu?” tanya Krystal. “Sudahlah, kau jangan emosi. Biarkan saja namja itu berlatih, demi sekolah kita.” kata Sulli kepada Krystal.

“Ah, kau ini jangan terlalu baik dengan orang. Sudah jelas dia yang salah, kenapa tetap saja kau bela. Padahal sahabatmu ini sudah jelas benar, apa dunia sudah terbalik?” omel Krystal.

“Kau ini tetap saja. Nggak sehat, nggak sakit, tetap saja emosinya sama.” kata Sulli heran. “Ya jelaslah aku emosi, gara-gara nggak ada satu pun yang percaya denganku. Lagian aku kan memang benar, bukankah kita harus mengutamakan kebenaran dan kejujuran?” jelas Krystal. Sulli menghela nafas, “Meskipun memang benar apa yang kau katakan, tapi bukankah sebaiknya kita mengalah?” tanya Sulli.

Krystal akhirnya terdiam. Tak mungkin ia melanjutkan berbicaranya disaat ia sedang pusing seperti ini. Akhirnya ia hanya bisa menghela nafas dan memegang kepalanya.

“Sulli-ah.” panggil Krystal. “Ne?” “Kau tak pulang?” tanya Krystal.

Sulli tersenyum. “Sebentar lagi, aku sedang menunggu Taemin-Oppa. Kau mau bareng?” tawar Sulli. “Tidak. Aku naik busway saja.” jawab Krystal. “Benar? Apa kau yakin tidak mau bareng?” tanya Sulli meyakinkan. “Ne, aku yakin.”

“Annyeong.” sapa seseorang setelah membuka pintu.

“Annyeong Taemin-Oppa.” sapa Sulli tersenyum. “Kenapa dia? Kok bisa masuk UKS?” tanya Taemin kepada Sulli setelah ia mencium kening Sulli.

“Biasa, masalah kecil yang dibesarkan-besarkan oleh seorang Krystal.” jawab Sulli. “Kita pulang sekarang?” tanya Taemin. “Ne. Krystal, kau yakin nggak mau bareng?” tanya Sulli meyakinkan. Krystal tersenyum. “Nggak, aku masih ingin disini sebentar.”  “Baiklah, kalau begitu kita pamit dulu. Jaga dirimu baik-baik. Annyeong.”

:]

Kini Krystal berjalan menuju halte. Jujur, sebenarnya Krystal ingin sekali bareng dengan Sulli. Tetapi, dia tak ingin menjadi pengganggu Sulli dan Taemin.

“Nah, begini yang tidak enak. Pulang dengan membawa beban tugas, dengan membawa beban pikiran tentang tuntutan pengumpulan tugas, dan membawa beban kepala yang pusing karena bola basket. Pakai disuruh Unnie naik busway lagi.”

Krystal melanjutkan langkahnya menuju halte, tetapi tiba-tiba saja hujan turun dengan deras. Krystal yang melihatnya langsung berlari cepat menuju halte.

“Tin, tin, tin.” suara klakson mobil membuat Krystal menjadi bingung. Krystal yang sudah di halte hanya bisa diam memandang mobil yang asing baginya. Tiba-tiba seseorang keluar dari mobilnya menghampiri Krystal. Krystal yang melihatnya langsung berubah ekspresi kesal.

“Ya ampun, kau lagi kau lagi. Apakah dunia ini sempit? Barusan saja bertemu di sekolah, sekarang bertemu lagi di halte. Ada apa?” tanya Krystal.

“Aku mau minta maaf soal kejadian tadi. Aku benar-benar tidak sengaja.” jawab namja itu. “Sudah aku maafkan. Lalu?”

“Sebagai tanda maafku. Aku mau mengajakmu bareng. Kau mau kan?” jelas namja itu. “Kenapa kau tiba-tiba ingin akrab denganku?” tanya Krystal heran. “Aku kan cuma menawarkan, lagian kau disini sendirian. Apa kau masih kuat? Wajahmu terlihat pucat.” jelas namja itu.

Krystal terdiam. “Sejak kapan namja seperti dia mengkhawatirkanku? Belum pernah selama ini ada namja yang seperti dia. Terima nggak ya?” sementara Krystal masih berfikir, namja itu langsung menyelimuti Krystal dengan memasangkan jaket miliknya ketubuh Krystal. Krystal yang melihatnya langsung terkejut.

“Kau—“ “Sudah, tak usah banyak berfikir. Kau ikut saja denganku, aku tak akan berbuat macam-macam kok.” kata namja itu lalu menarik tangan Krystal menuju mobilnya.

“Ya tuhan, namja ini benar-benar perhatian denganku, padahal aku sudah marah-marah kepadanya. Tuhan, selama hidupku ini, aku baru pertama kali dimengerti oleh seorang namja yang baru aku kenal. Apakah ini yang namanya kasih sayang seorang namja?”

:]

“Tuk.” tiba-tiba Sulli memukul kepala Krystal menggunakan pulpen.

“Aww. Kau kenapa tiba-tiba memukul kepalaku?” tanya Krystal heran. “Kau apakan namja itu? Apa kau menyihirnya?” tanya Sulli. Dengan gemas Krystal mencubit pipi sahabatnya itu. “Tidak Sulli, aku tidak menyihirnya.” jawab Krystal.

Sulli berfikir kembali. “Aneh, sahabatku yang terkenal galak ini ternyata bisa merasakan arti kasih sayang lagi. Kukira ia tidak akan menghiraukan lagi yang namanya kasih sayang setelah kejadian dulu. Ternyata pikiranku berbeda. Ish Sulli, kenapa kau berpikir buruk terhadap sahabatmu sendiri?”

“Sulli, waeyo?” tanya Krystal membuyarkan pikiran Sulli.

“Emm, umm. Boleh aku tanya sesuatu?” tanya Sulli. “Apa?” “Apa kau masih memikirkan Minho-Oppa?” tanya Sulli pelan.

Krystal terdiam. “Memikirkan Minho-Oppa? Aku saja sudah tidak menganggap dia pernah kenal denganku. Walau sebenarnya, kenangan indah bersamanya masih sering kuingat. Jujur, entah kenapa wajahnya masih terbayang dipikiranku. Padahal aku sudah berusaha untuk melupakannya. Aish, apakah cinta itu sulit untuk dilupakan?”

“Krystal.” panggil Sulli. Krystal tetap saja melamun, ia tidak mendengar panggilan dari Sulli. Sulli yang melihatnya langsung memukul kepala Krystal dengan pulpen lagi. Kali ini Krystal baru sadar. “Wae?”

“Aku mau pulang dulu ya. Sepertinya kau perlu sendiri.” jawab Sulli.

“Oh. Kau mau pulang. Dengan siapa?” tanya Krystal. “Dengan Taemin-Oppa. Kan tadi dia kerumah tetanggamu.” jawab Sulli.

“Maksudmu Onew-sunbae?” tanya Krystal. “Ne.”

“Yasudah, aku pulang dulu. Kau jaga kesehatan ya. Annyeong.”

:]

“Sulli!” panggil Krystal menghampiri Sulli. Sulli yang mendengarnya langsung menoleh kearah pusat suara.

“Krystal? Kau kok sudah masuk?” tanya Sulli heran. “Hmm. Aku tak mau membolos sekolah karena pusing saja. Lagian aku sudah baik-baik saja kok.” jawab Krystal.

“Baikan kayak gimana? Wajahmu masih pucat. Kau masih kefikiran dengan pertanyaanku tadi malam ya? Mianhae, aku tidak bermaksud mengungkit masa lalumu. Sudahlah, kau tak usah banyak fikiran. Oh ya, untuk tugasnya sudah selesai dan kata Jung sonsaengnim tugas kita sudah baik.” jelas Sulli.

“Gomawo, kau sahabat yang baik. Oh ya, aku mau tanya. Kau tau tidak kelas namja yang kemarin melemparku dengan bola basket?” tanya Krystal.

“Namja yang kemarin itu? Nggak.” jawab Sulli. “Bagaimana? Dia kemarin meminjamkanku jaket. Dan aku sekarang berniat mengembalikannya.” jelas Krystal.

“Hmm, bagaimana nanti waktu istirahat saja? Katanya hari ini ada pertandingan basket, mungkin nanti kau bisa bertemu dengannya.” usul Sulli.

“Ehm, ok.”

:]

“Benarkan? Sekarang namja itu sedang mengikuti pertandingan. Bagaimana? Kau jadi mengembalikan jaket itu?” tanya Sulli kepada Krystal. Krystal hanya terdiam. “Kenapa namja itu mempunyai hobby seperti Minho-Oppa?” tanya Krystal dalam hati. “Krystal!” panggil Sulli tepat ditelinga Krystal. “Ne?”

“Kau jadi tidak?” tanya Sulli. “Jadi untuk apa?” tanya Krystal bingung. “Janji untuk mengembalikan jaket. Jadi nggak?” tanya Sulli sedikit kesal. “Tapi kan masih pertandingan.” jawab Krystal.

“Yasudah, kalau begitu kau ikut aku saja.” kata Sulli. “Kemana?”

Sulli menarik tangan Krystal menuju tampat istirahat yang biasanya ditempati oleh pemain basket. Krystal yang melihatnya sedikit kaget.

“Sulli? Kau gila? Kita bisa dimarahi oleh sonsaengnim kalau kita berani kesini.” tanya Krystal heran. “Tenang saja, aku sudah ijin kok kepada Lee sonsaengnim. Bahkan itu adalah usulan Taemin-Oppa.” jelas Sulli. “Maksudnya?”

“Ya, maksudku itu. Ide ini semua berasal dari Taemin-Oppa dan ternyata berhasil. Ayo masuk!” kata Sulli menarik tangan Krystal.

Mereka berdua masuk keruangan itu, lalu mencari seorang namja yang kemarin meminjamkan jaket kepada Krystal. Suasananya tampak sepi, Krystal yang melihatnya hanya berjaga-jaga saja. Saat mereka berdua tengah mencari namja itu, tiba-tiba saja ada seseorang yang menepuk pundak mereka berdua.

“Sulli! Dibelakang ada siapa?” tanya Krystal takut. “Aduh, siapa ya? Coba kita menoleh sama-sama. Satu, dua, tiga.” mereka berbalik arah. Terlihat seorang namja yang mereka cari sedang berdiri tegak dihadapan mereka berdua. Dengan senyuman khas milik namja itu ia bertanya.

“Kenapa kalian disini?” tanya namja itu. “Emm, kita cuma mau bertemu denganmu saja.” jawab Krystal. “Kita? Bukan, Krystal aja kok. Krystal aku kekelas Taemin-Oppa dulu ya. Annyeong.” kata Sulli lalu pergi. “Sulli! Aish.”

“Kau mau berbicara denganku?” tanya namja itu. Krystal yang mendengarnya hanya tersenyum tidak jelas. “Aku cuma mau mengembalikan jaket ini. Kamsahamnida.” jelas Krystal. “Ya, sama-sama.” “Kalau begitu aku pergi dulu. Annyeong.” kata Krystal lalu pergi.

“Chakkaman!” kata namja itu memegang tangan Krystal. Krystal langsung berhenti dan membalik badannya. “Wae?” tanya Krystal. “Boleh tau namamu?” tanya namja itu. “Oh, Krystal imnida.” kata Krystal memperkenalkan diri. “Baekhyun imnida.”

“Emm, aku mau meminta maaf.” kata Krystal pelan. “Meminta maaf untuk apa?” “Iya, aku meminta maaf karena aku sudah memarahimu kemarin, padahal kau tidak sengaja.” jelas Krystal. “Oh, soal kemarin. Tak apa, aku mengerti.”

“Baekhyun! Kau siap-siap!” teriak seorang pelatih. “Krystal aku kesana dulu.” pamit Baekhyun. “Ne.” sebelum Baekhyun pergi, Krystal sudah memegang tangan Baekhyun. “Waeyo?”

“Fighting!”

:]

“Krystal!” panggil seseorang. “Seperti suara Baekhyun-sunbae.” batin Krystal lalu menoleh kearah pusat suara. “Benarkan.” batin Krystal tersenyum.

“Annyeong, sunbae. Ada apa?” tanya Krystal setelah Baekhyun menghampirinya. “Annyeong, Krystal. Emm, kau jangan memanggilku sunbae. Panggil saja Oppa.” jawab Baekhyun. “Oh, eum. Baekhyun-Op, Oppa. Wae?” tanya Krystal sedikit gugup.

“Aku mau mengajakmu pulang bareng. Kau mau?” jawab Baekhyun. “Eum, pulang bareng? Boleh.” jawab Krystal. “Kau sekarang mau kemana?” tanya Baekhyun.

“Aku? Aku mau ke perpustakaan dulu, Oppa sendiri?” tanya Krystal. “Aku? Aku sih tidak kemana-mana. Boleh aku ikut?” tanya Baekhyun. “Eum, boleh. Kajja!”

Saat di Perpustakaan….

“Kau suka membaca buku?” tanya Baekhyun. “Ne.”

“Memangnya kau mencari buku tentang apa?” tanya Baekhyun. “Aku mencari buku tentang musik. Oppa tau tidak buku yang bagus tentang musik?” tanya Krystal. “Sepertinya aku pernah membaca buku yang bagus tentang hal musik. Sebentar aku cari ya.”

Baekhyun dan Krystal kini mencari buku yang dicari oleh Krystal. Tak berapa lama, Baekhyun langsung menemukan buku itu. Segera ia mengambilnya tetapi tiba-tiba ada tangan lain yang juga memegang buku itu dan tak sengaja menjadi memegang tangan Baekhyun.

“Eum, mianhae Oppa.” kata Krystal lalu melepaskan pegangan itu. Baekhyun hanya tersenyum sambil mengambil buku itu. “Ini.” kata Baekhyun memberi buku itu.

“Gomawo, Oppa. aku kesana dulu.” kata Krystal lalu pergi. Baekhyun lalu pergi menuju depan perpustakaan sambil menunggu Krystal. Tiba-tiba Krystal memegang pundak Baekhyun.

“Oppa, sudah.” kata Krystal tersenyum. “Oh, pulang sekarang?” tanya Baekhyun. “Ne.” jawab Krystal. “Kajja!” kata Baekhyun menarik tangan Krystal.

:]

“Krystal!!!!” panggil Sulli. Krystal menoleh kearah pusat suara. “Wae Sulli?”

“Dua minggu ini kau pulang dengan siapa?” tanya Sulli. “Memangnya kenapa?”

“Aku dengar-dengar kau dan Baekhyun-sunbae sudah dekat. Banyak yang membahas tentang kedekatan kalian.” jawab Sulli. “Lalu kenapa?”

“Kau sepertinya harus jaga jarak deh dengan Baekhyun sunbae.” saran Sulli. Krystal yang mendengarnya langsung bingung. “Waeyo?”

“Kau tau Taeyeon-sunbae?” tanya Sulli. Krystal menganggukan kepala. “Dia kan menyukai Baekhyun-sunbae. Kau tau kan jika ada seseorang yang membuatnya kesal?” tanya Sulli lagi. “Dia akan membuat orang itu menderita bukan?” tebak Krystal. “Nah, itu kau tau sendiri. Kalau begitu kau tau kan apa yang harus kau lakukan?” tanya Sulli.

“Ne, aku harus menjauhinya.” “Nah, kau sekarang paham kan? Kalau begitu ayo kita pergi.” ajak Sulli menarik tangan Krystal.

“Hai!” panggil seseorang. Sulli menoleh kearah belakang, wajahnya langsung kebingungan ia langsung memegang tangan Krystal. “Wae?” tanya Krystal.

“Taeyeon-sunbae, Taeyeon-sunbae.” jawab Sulli. Krystal menoleh kebelakang, yeoja yang bernama Taeyeon menghampiri Krystal.

“Kau yang bernama Krystal?” tanya Taeyeon. “Kenapa?” tanya Krystal.

“Ada hubungan apa kau dengan Baekhyun-Oppa?” tanya Taeyeon. “Baekhyun-Oppa? bukankah dia lebih muda darimu?” tanya Krystal heran. Taeyeon yang mendengarnya kesal, belum pernah ada junior yang berani dengannya.

“Memangnya kenapa? Ada masalah dengan perkataanku ini?” tanya Taeyeon kesal. “Tidak, cuma kau hanya membuat dirimu menjadi lebih muda. Padahalkan kau yang paling dewasa dalam kutip tua.” Taeyeon yang mendengarnya kesal.

“Krystal, diamlah.” bisik Sulli. “Kenapa? Kita sebagai junior tidak boleh takut dengan sunbae yang kurang berpendidikan seperti dia dan kelompoknya. Seharusnya kita sebagai junior harus mendidik mereka agar dia sadar dan bisa kembali memberikan contoh yang baik untuk junior. Yah, begini-begini kan kita bisa menjadi pahlawan kebenaran untuk sunbae satu ini.” jelas Krystal.

“Apa maksudmu? Kau bilang aku kurang berpendidikan? Kau sendiri apa berpendidikan?” tanya Taeyeon kesal. “Iya, aku sekolah disini berarti aku berpendidikan.” jawab Krystal ringan. “Hei! Memangnya kalau aku sekolah disini tidak berpendidikan? Dimana sopan santunmu terhadap sunbae? Heh?” tanya Taeyeon dengan nada yang sedikit tinggi.

“Aku sudah punya kesabaran untuk melihat sikapmu yang kurang pantas yang kau berikan kepada kami. Dan kini kesabaranku sudah mulai habis. Aku tak mau melihat temanku menderita karena perilakumu.” jawab Krystal.

“Kau lama-lama kurang ajar ya.” kata Taeyeon lalu menampar Krystal. Sebelum tamparan itu mendarat di pipi Krystal tiba-tiba tangan Taeyeon dipegang oleh seseorang.

“Baekhyun-ah?” tanya Taeyeon pelan. Krystal yang sebelumnya memejamkan mata kini matanya terbuka setelah ia mendengar nama Baekhyun. “Apa yang mau kau lakukan kepada Krystal?” tanya Baekhyun. “Emm, ini, ini bukan, bukan—“ kata Taeyeon gugup.

“Sudahlah, kau jangan mencoba untuk berbohong. Aku sudah tau apa yang mau kau lakukan. Lebih baik kau yang pergi atau kau tak akan lagi pernah kenal denganku.” kata Baekhyun dengan nada keras. “Tapi, tapi—“

“Ah.” kata Krystal lalu pergi. “Krystal!” kata Sulli lalu mengejar Krystal.

Baekhyun yang melihat Krystal pergi lalu mengejar Krystal. Taeyeon yang melihatnya hanya kesal melihatnya. “Aish, kenapa bisa begini?” batin Taeyeon.

“Krystal, Krystal!” kata Baekhyun memanggil Krystal. Krystal yang mendengarnya tetap terus berlari entah menuju mana. Sulli yang melihatnya hanya bisa mengikuti Krystal sambil berjalan bersama Taemin.

“Oppa, kenapa jadi seperti ini ya?” tanya Sulli bingung. “Ah, kau masih terlalu muda untuk mengetahuinya.” jawab Taemin. “Terlalu muda? Bukankah kita seumuran? Kenapa jadi terlalu muda?” tanya Sulli kesal.

“Ne, ne. Baiklah jagiya, aku akan menjawab. Kalau menurutku sepertinya mereka berdua saling mencintai.” jawab Taemin. “APA! Saling—“ belum selesai Sulli berbicara mulut Sulli sudah ditutup oleh tangan Taemin.

“Hust, diam.” kata Taemin memperingati Sulli. “Ehmm.” kata Sulli sambil memukul Taemin. Taemin lalu melepaskan tangannya. “Oppa, kau membuatku hampir mati.” kata Sulli kesal. “Mianhae jagiya. Kau sih berteriak seperti itu.” kata Taemin sambil mengelus kepala Sulli. “Ah, terserah kau saja.” kata Sulli lalu melanjutkan langkahnya mengikuti Krystal.

“Sulli!”

 

“Krystal!” panggil Baekhyun. Krystal memberhentikan langkahnya lalu menghapus air matanya. “Kenapa aku harus mengalami peristiwa yang sama seperti dulu saat aku mencintai Minho-Oppa? kenapa semua yang kualami harus sama seperti kejadianku bersama Minho-Oppa? Kenapa, kenapa? Kenapa tuhan memutar kembali ingatanku tentang Minho-Oppa? Apa salahku?” batin Krystal.

“Krystal.” panggil Baekhyun memegang tangan Krystal. Krystal melepaskan pegangan itu lalu menghapus air matanya. “Kau kenapa?” tanya Baekhyun. “Nggak papa.”

Baekhyun lalu memegang pundak Krystal dan membalikkan arah Krystal. Krystal terus mencoba memegang tembok atap gedung agar ia tidak bisa berhadapan langsung dengan Baekhyun. Tetapi tetap saja, Baekhyun berhasil membalikkan badan Krystal.

“Kenapa kau menangis?” tanya Baekhyun sambil menghapus air mata Krystal. Krystal hanya diam sambil menyingkirkan tangan Baekhyun dari wajahnya.

“Kenapa kau seperti ini?” tanya Baekhyun heran. Krystal terdiam lalu menjawab,  “Lebih baik kau sekarang pergi dan biarkan aku sendirian.” kata Krystal.

Baekhyun yang melihatnya langsung heran. “Kau kenapa? Apa aku punya salah denganmu? Apa karena Taeyeon-noona? Asal kau tau, aku tidak punya hubungan dengannya. Aku hanya mencintai seseorang yang berada didepanku.” jelas Baekhyun.

Krystal yang mendengarnya langsung kaget. Ia langsung membalikkan badannya kembali, melihat ke arah lain untuk menghilangkan perasaannya. “Tuhan, kejadian ini sama seperti dulu. Tapi jujur, aku mencintai Baekhyun-Oppa. Aku mencintainya, berkat dia aku bisa sedikit demi sedikit melupakan Minho-Oppa.” batin Krystal.

“Aku tidak mencintai Oppa.” jawab Krystal pelan.

“Jika iya kau tidak mencintaiku, kenapa kau menangis?” tanya Baekhyun. “Apa harus Oppa tau aku menangis karena apa? Harus ya Oppa tau semua alasan itu?” tanya Krystal sambil menghapus air mata.

“Memang, karena kau sudah kuanggap seseorang yang penting dalam hidupku.” jawab Baekhyun. Krystal berbalik badan kearah Baekhyun. Baekhyun melihat kearah Krystal lalu mengangkat wajahnya yang sebelumnya menunduk, menghapus air matanya, lalu memeluknya.

Krystal yang merasakan pelukan itu menjadi lebih tenang. “Apakah ini yang namanya cinta? Kenapa cinta ini datang kembali? Aku takut jika aku akan terluka karena cinta, aku tak mau lagi sakit karena cinta, aku tak mau. Kenapa kebencianku kini menjadi cinta?” batin Krystal.

Baekhyun melepaskan pelukan itu, lalu memegang kedua tangan Krystal. “Krystal, mungkin bisa dibilang ini adalah sesuatu yang medadak. Tetapi kalau boleh jujur, aku memang mencintaimu. Aku sudah terlanjur mencintaimu dan aku tak mau cintaku ini hanya bisa kupendam. Aku tak mau memendam rasa ini terlalu lama. Krystal, maukah kau menjadi yeojachinguku? Aku memang tidak sempurna, aku memang bukan namja yang bisa romantis seperti namja yang lainnya, tetapi satu hal yang kau harus tau. Aku tak bisa berpaling kelain hati. Dan kini hatiku hanya bisa menetap di kamu.” jelas Baekhyun.

Krystal yang melihatnya hanya terdiam. “Apakah aku harus menjawabnya? Aku juga tak mau memendamnya terlalu lama, tetapi—“ batin Krystal. Krystal lalu melepaskan pegangan Baekhyun.

“Oppa, ada dua pilihan yang kini membuatku bingung. Tapi, aku sudah bilang kalau aku membenci Oppa. Jadi kumohon tinggalkan aku sekarang.” mohon Krystal pelan.

“Baiklah.” Baekhyun langsung pergi meninggalkan Krystal.

“Aku akan membenci Baekhyun-Oppa kalau Oppa tidak memelukku!” teriak Krystal tersenyum. Baekhyun memberhentikan langkahnya. Lalu berbalik badan menghampiri Krystal.

“Kau menerimaku?” tanya Baekhyun. Krystal hanya menganggukan kepalanya pelan. Baekhyun yang melihatnya langsung memeluk Krystal.

“Yee!! Krystal sudah mempunyai namjachingu baru!!” teriak Sulli tiba-tiba lalu menghampiri Krystal.

“Sulli? Kau kok disini?” tanya Krystal heran setelah melepas pelukan Baekhyun.

“Sulli!” teriak seseorang memanggil Sulli. Sulli menoleh kearah suara itu berasal. Setelah ia tau siapa orang itu dia langsung berganti ekspresi kesal.

“Sulli kau kenapa?” tanya Krystal bingung. Sulli memasang wajah cemberut saat seseorang itu menghampiri Sulli.

“Jagiya mianhae.” kata Taemin kepada Sulli. “Oh kalian lagi bertengkar?” tanya Krystal. Tak ada jawaban dari kedua-nya, Sulli lalu memalingkan wajah dari Taemin,  “Nggak, kau sudah membuatku kesal.” jawab Sulli. Taemin yang melihatnya langsung mencium pipi Sulli, Sulli yang merasakannya akhirnya mengejar Taemin yang sudah kabur duluan.

“Oppa!!” teriak Sulli.

“Hahaha, mereka lucu ya? Semoga kita bisa seperti mereka, selalu mencintai walau mereka sedang bertengkar seperti itu.” kata Baekhyun kepada Krystal. Krystal yang mendengarnya hanya tersenyum lalu memeluk Baekhyun.

“Tuhan, memang pilihan awal itu sulit. Disaat masih proses melupakan seseorang, tiba-tiba ada seseorang yang mencintai kita. Mungkin kita lebih memilih untuk menolaknya karena kita takut kita menyakitinya karena masih mengingat mantan kekasih. Tetapi semua itu salah, itu malah membuat kita menjadi ingat kepada mantan kekasih. Ya, dari semua yang kualami ini ternyata kebencian itu berbeda tipis dengan yang namanya cinta. Yang awalnya aku membenci Baekhyun-Oppa kini tiba-tiba aku mencintainya. Memang aneh semua ini, tapi bisa kubilang semua ini pilihan antara benci dan cinta. Beetween Hate and Love.” _ Krystal.

END

Huft, akhirnya selesai juga. Yaa, kembali lagi ini adalah FF One Shoot. One Shoot again, One Shoot again. Yayaya memang hobby One Shoot nih anak (Aku dong??). Sudah deh, maaf ya kalau nggak ada FEEL-nya. Hehehe. Sudah deh, aku mau lanjutin FF selanjutnya. Komentar ya… (Y)

Iklan

2 pemikiran pada “[Fanfiction] Between Hate And Love

  1. Baekstal<333 Love them so much<33

    Ah, aku mau ngasih sedikit review untuk ffmu ini, gak apa kan? kkk

    pertama, untuk penulisan 'fikiran' dan 'berfikir' seharusnya itu ditulis menjadi 'pikiran' dan 'berpikir'
    kedua, bahasa yang digunakan masih mencampur antara bahasa sehari-sehari dan bahasa baku, jadi agak sedikit aneh, mohon diperbaiki biar enak juga bacanya 😀
    ketiga, pemilihan kata, ummm, mungkin masih harus banyak baca karya orang lain untuk menambah perbendaharaan kata
    keempat, penempatan tanda baca dan dialognya masih kurang jelas, jadi agak bingung bacanya, mohon diperbaiki lagi 😀
    ahhh, tapi overall this is such as nice ff, apalagi pairingnya baekstal<333
    nice ff, keep going 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s