[Fanfiction] Pastry Love (Part 4)

Pastry Love (Part 4)

eng-sub-121119-exo-m-yahoo-interview-taiwan-yahoo-celebrity-entertainment-part-3-flv_snapshot_00-52_2012-12-13_14-13-05

Cast : Im Yoon Ah, Cho Kyu Hyun, Seo Joo Hyun, Im Yoon Hee (OC)

Length : Chaptered

Genre : Friendship, romance, fluff, AU

Rating : General

Author : Blue Musketeer

DO : READ, COMMENT, LIKE

DON’T : BASHING, COPY PASTE

Happy Reading Chingu! ^_^

(Yoona P.O.V)

Aku memilah-milah semua baju yang kupunya. Dan semua tidak ada yang cocok dengan kriteria ‘wajib’ yang ditetapkan Eonni untuk kencan. Pakaian harus berwarna lembut dan cerah, tidak boleh memakai kaos, celana jeans, ataupun sneakers, dan yang terpenting semua harus terlihat FEMININ. Kurang lebih itulah aturan berpakaianku untuk sore ini.

Aish! Dasar Eonni! Kalau bukan karena aku menghormatinya sebagai Eonni, aku tak akan mau menurutinya” omelku sendiri.

Sekarang aku harus bagaimana? Rok yang kupunya hanya rok seragam sekolah. Dan secara tidak sengaja aku melirik ke kotak kado Seohyun. Tanpa berpikir lagi aku segera memakai dress selutut darinya. Karena tak ada waktu lagi, aku hanya menyisir rambutku serapi mungkin dan segera menyambar tas selempang yang kuisi dengan baju ganti dan sebuah kotak.

Setelah selesai memakai sneakers biru mudaku aku segera berlari ke pintu. Lalu…

BRUGH!!

Aku menabrak sesuatu saat membuka pintu, terpental dan jatuh kebelakang.

(Kyuhyun P.O.V)

Seseorang menabrakku saat aku akan menekan bel apartemen Yoona. Dan ternyata memang benar itu Yoona. Aku mengulurkan tanganku dan membantunya berdiri.

“Kenapa kau kemari?” tanyanya.

“Menjemputmu, karena aku tahu kau pasti akan datang terlambat,” jawabku dengan sedikit penekanan pada kata terlambat. “Dan baru kali ini aku melihatmu pakai dress. Apa kau masih sakit?”

“Aku sudah sembuh Sunbae, dan ini semua karena Yoon Hee Eonni yang akan mengajakku mengunjungi klien-nya jam lima sore nanti. Saat itu kau sudah harus mengantarku pulang.”

Aku mengangguk-angguk saja. Dan jujur, aku sangat suka penampilannya saat ini. Ia terihat sangat manis dan feminin, tidak tomboy seperti biasanya. Ini baru Im Yoon Ah yang seharusnya. Aku berpikir kalau saja Eomma-nya masih hidup dan semua keluarganya berkumpul di sini pasti mereka akan senang sekali. Karena menurutku semua yeoja harus terlihat manis dan anggun seperti Seohyun.

“Baguslah kalau kau sudah jadi lebih feminin Nona Im.” Sekali lagi aku memperhatikannya dari atas kebawah.

“Kenapa kau pakai sneakers?” celetukku spontan saat melihat sepatunya. “Apa kau tidak punya high heels? Atau paling tidak kan kau bisa pakai flat shoes. Merusak image femininmu tahu.”

“Biar saja, apa urusanmu? Aku tidak punya sepatu lain selain sneakers. Dan yang memakai ini adalah AKU. Jadi kau tidak usah banyak protes!” jawabnya sengit.

Aigoo…ne arasseo. Sekarang ayo kita pergi!” seruku sambil mendorong Yoona agar segera berjalan.

Eodiga?” tanyanya lagi.

“Sudah ikut saja, jangan banyak tanya, kita tidak punya banyak waktu.”

*****SKIP TIME*****

            “Wuah~ Sunbae, tolong ambil gambarku.” ia menyerahkan ponselnya padaku dan segera berlari ke gerbang pintu masuk Lotte World lalu merentangkan tangannya dan tersemyum sambil membuka mulutnya.

`Clik!’

Gomawo Sunbae. Ayo, kita harus mencoba semua permainan sebelum Lotte World ini tutup.”

Ia meminta kembali ponselnya dan berjalan didepanku dengan ceria seperti anak kecil. Aku hanya tersenyum sambil mengikutinya. Ia senang sekali kuajak kemari. Tapi syukurlah, artinya ia menerima hadiah ulang tahun yang kuberikan.

Secara tidak sengaja mataku tertuju pada sebuah toko souvenir yang baru saja kami lewati. Terpikir olehku masuk kedalamnya dan membeli hadiah tambahan untuk dongsaeng tomboyku yang sekarang terlihat feminin itu.

Sunbae, aku ingin beli sesuatu dulu di toko itu,” tunjuk Yoona pada toko yang baru kami lewati tadi.

Ne, aku juga ikut,” jawabku.

Di toko kami berpencar dan akan bertemu lagi di kasir. Yoona langsung menuju ke sebuah titik yang memajang berbagai macam gantungan kunci. Sedangkan aku hanya berkeliling karena tidak tahu apa yang harus kubeli. Dan akhirnya aku berhenti di depan rak yang penuh dengan bando.

Jogiyo, ada yang bisa dibantu?” tanya seorang pegawai padaku.

“Aku ingin mencari bando yang cocok untuk yeoja itu,” jawabku sambil menunjuk Yoona.

“Bagaimana kalau ini? Yeojachingu anda sudah sangat cantik jadi tidak perlu bando yang terlalu ramai.” pegawai itu mengambil sebuah bando putih dengan bola-bola bulu kecil.

“Ah, dia dongsaeng-ku. Baik, aku ambil yang ini saja. Kamsahamnida.

*****SKIP TIME*****

            “DOR!!!” aku mengejutkan Yoona dan langsung memasangkan bando ke kepalanya asal.

“Ya! Sunbae, kalau nanti aku kena serangan jantung bagaimana? Kau mau bertangggung jawab kalau aku mati?!” protesnya sambil membetulkan bando yang kupakaikan asal-asalan tadi.

“Ini untukku?” Aku hanya mengangguk menjawabnya.

(Author P.O.V)

Sunbae, aku mau beli es krim. Kau mau?”

Ne, pesankan untukku yang rasa cokelat. Aku ke toilet dulu.” Yoona mengangguk dan segera memesan dua porsi es krim.

(Yoona P.O.V)

“Uh… Sunbae ke toiletnya lama sekali.” aku memandang cup es krim milik Kyuhyun yang kuletakkan di sampingku dengan tatapan kasihan. “Jangan mencair dulu ya…”

“Yoona!”

Merasa ada yang memanggil, aku refleks menoleh ke arah suara. Dan disana sudah ada Kyuhyun yang mengarahkan kamera ponselnya padaku. Aku mengerti maksudnya dan langsung membentuk huruf V dengan tangan kananku lalu tersenyum. Ia juga tersenyum beberapa detik sebelum menghampiriku dan langsung memakan jatah es krim miliknya.

“Setelah ini kita pulang ya. Jangan lupa kalau Eonni mengajakku ke pertemuan,” ucapku.

Entah Kyuhyun mendengarnya atau tidak. Ia terus menyuapkan es krim ke mulutnya dan menampilkan senyum yang sulit diartikan. Ah, aku agak menyesal mengingatkan Kyuhyun untuk pulang sebentar lagi. Aku masih ingin jalan-jalan dengannya. Tapi aku tahu diri dan tidak boleh merubah image tomboy-ku secara mendadak. Jadi, kunikmati saja saat yang sangat jarang ada ini.

(Yoona P.O.V)

Yoona langsung menegakkan posisi duduknya saat mobil Kyuhyun tidak melalui jalan menuju rumahnya. Ia harus tiba di rumah 5 menit lagi jika tidak ingin Yoon Hee marah karena Yoona melanggar janjinya pulang jam 5.

Sunbae, kita mau kemana?”

“Nanti kau juga akan tahu.”

MWO? Ani, pulangkan aku sekarang! Kau sudah setuju untuk pulang jam 5. Ini namanya PENCULIKAN!” omel Yoona dengan penekanan di kata ‘penculikan’.

Ne, aku memang menculikmu. Tapi Yoon Hee Noona sudah memberiku izin untuk menculikmu,” jawab Kyuhyun enteng.

Mwo?!” Yoona melotot tidak percaya dan tak lama ponselnya bergetar.

From : Eonni

            Siapa yang bilang kau harus menemui klien Eonni jam 5 sore hah?! Jangan          seenaknya membuat acara bohong!

            Kyuhyun sudah cerita semuanya. Kau boleh pergi kemanapun asalkan tetap       dengannya. Tapi jaga sikapmu dan jangan pulang terlalu malam. Have a good    time 🙂

“Nah, sudah terbukti kan? Aku mengantongi izin Yoon Hee Noona,” celetuk Kyuhyun. “Tenang saja, aku tidak akan membawamu ke tempat yang jauh kok.”

*****SKIP TIME*****

            Dan sampailah mereka di tempat penculikan Kyuhyun. Sungai Han. Yah…sekarang masih jam 5 sore, masih sedikit awal untuk pulang kan? Jadi menurut Kyuhyun, lebih baik menghabiskan waktu dulu di sini sampai langit gelap. Bersantai sambil menikmati angin semilir dan kilau air sungai yang terkena sinar matahari sore.

“Nah, kita duduk di sini saja,” ajak Kyuhyun yang langsung menduduki sebuah bangku kosong. Yoona duduk di sebelah Kyuhyun dan menyandarkan kepalanya di sandaran bangku lalu memejamkan matanya.

Suasana hening menyelimuti mereka untuk beberapa lama. Kyuhyun merasa Yoona agak aneh hari ini. Lebih banyak diam dan ikut duduk di sebelahnya tanpa satu pun kata keluar dari mulutnya. Itu seperti bukan Yoona yang dikenalnya.

“Kau kenapa Yoong? Dari tadi diam saja. Tidak suka kubawa ke sini ya?”

Ani, aku suka tempat ini.” Yoona membuka matanya perlahan dan menegakkan posisi duduknya. “Aku sedang berusaha menikmati anginnya, tapi kau malah menggangguku, Oppa.

Mianhae. Tapi kau jadi kalem sekali. Tidak bicara dan langsung menurutiku. Seperti bukan Yoona saja.”

“Bukankah bagus bila aku seperti itu?” tanggap Yoona. “Sedikit diam dan tidak mengganggu orang lain. Seperti katamu yang menyuruhku menjadi gadis feminin yang manis.”

Gadis itu menatap sneakers biru mudanya dan memutar kembali saat ia mengucapkan kalimat terakhirnya tadi. Itu adalah sebagian isi renungannya ketika ia terpejam menikmati semilir angin beberapa saat lalu. Ia menghembuskan nafas, melepaskan lelah yang sedikit menggelayuti tubuhnya.

“Apa kau berniat merubah image dan sifatmu?” suara Kyuhyun terdengar lagi setelah terdiam cukup lama.

“Mungkin.”

“Tapi jangan mengubahnya terlalu banyak. Kau justru terlihat menakutkan jika overload seperti tadi. Aku akan kehilangan Im Yoon Ah yang kukenal jika kau berubah drastis.”

Suasana menjadi hening setelah Kyuhyun mengucapkan kalimat tadi. Jika Yoona mengubah image dan sifatnya menjadi feminin itu bagus, ia senang. Yoona pasti akan terlihat sangat manis. Tapi ia juga tidak mau Yoona menjadi sosok lain karena terlalu feminin.

Setelah suasana canggung yang cukup lama Kyuhyun akhirnya buka suara, “Yoong…”

“Hm?”

“Eum… Saengil chukhae.”

Yoona langsung menoleh begitu ia mendengar dua kata itu dari mulut Kyuhyun. Namja itu menyodorkan sebuah kotak biru dengan pita merah muda pada Yoona.

“Ini untukku?”

Kyuhyun mengangguk semangat, “Tiga hari yang lalu ulang tahunmu yang ke-17 kan? Jadi hari ini aku mengajakmu jalan-jalan dan ini kado dariku. Ayo buka! Aku ingin mendengar pendapatmu.”

Dengan hati-hati Yoona membuka kotak itu dan tercengang karena isinya sebuah kue tart dengan tulisan HAPPY BIRTHDAY YOONG! di tengahnya. “Sunbae, ini…”

Rainbow cake,” sambung Kyuhyun. “Dari pengamatanku sepertinya itu cake favoritmu, jadi aku membuatnya untukmu. Tapi, tentu saja aku tak sehebat dirimu.”

Tiba-tiba saja Yoona terisak dan tentu saja itu membuat Kyuhyun panik, “Yoong? U-uljima. Yoon Hee Noona bisa membunuhku jika membuatmu menangis. Eung…katakan saja yang kau inginkan, aku akan menurutinya.”

Tubuh Kyuhyun terasa kaku ketika Yoona memeluknya secara mendadak, “Jeongmal gomawoyo Sunbae. Gomawo, sudah memberiku kado ulang tahun terindah.”

Ne, sekarang berhentilah menangis. Aku lebih suka melihatmu tersenyum, karena itu membuatmu terlihat manis.”

Tangan Kyuhyun bergerak untuk menghapus air mata Yoona. Tapi Yoona menahan tangannya dan ia menghapus air matanya sendiri lalu tersenyum seperti kata Kyuhyun. Bagaikan virus, senyum Yoona ikut membuat Kyuhyun tersenyum juga. Melihat Kyuhyun tersenyum Yoona jadi ingat sesuatu dan mengambil sebuah kotak kecil dari tas selempangnya.

“Ini untukmu, Sunbae.” Yoona menyodorkan kotak yang diambilnya tadi. “Anggap saja itu permintaan maaf karena sudah lama tidak mengajarimu membuat pastry.”

Cupcake? Kenapa hanya ada dua? Dan kenapa huruf yang tertulis ‘K’ dan ‘Y’?” tanya Kyuhyun setelah ia membuka kotak dari Yoona.

“Se-sebenarnya aku membuat tujuh cupcake yang kalau disusun tulisannya terbaca KYUHYUN. Tapi Eonni memberikannya pada tamu tanpa izinku, dan yang tersisa hanya cupcake dengan dua huruf itu. Aku sudah tidak punya waktu dan bahan untuk membuatnya lagi, jadi…kubawa saja itu.”

Kyuhyun hanya mengangguk-angguk dan mengamati cupcake buatan Yoona yang menurutnya dihias dengan sangat rapi dan cantik. “Wah… Yoong, kau memang berbakat dalam hal ini. Kurasa kau akan jadi patissier terkenal di masa depan.”

Yoona hanya tertawa pelan. “Memangnya aku punya cukup waktu untuk jadi patissier? Apa aku masih punya waktu sampai masa denpan yang kau katakan itu datang?” batinnya.

“Ini untukmu saja.” Kyuhyun memberikan cupcake dengan huruf Y pada Yoona.

Andwae, ini milikmu,” tolak Yoona.

“Tapi ini memang untukmu,” paksa Kyuhyun. “K untuk Kyuhyun dan Y untuk Yoona.”

“Ahahaha..iya juga ya.”

“Ini kumakan ya.” Kyuhyun membuka mulutnya dan……

“Jangan dimakan dulu!!!” cegah Yoona.

“Ah, wae?!”

Yoona tidak menjawab dan mengambil cupcake milik Kyuhyun dan ia jajarkan dengan cupcake miliknya lalu mengambil gambar. Kemudian ia mengambil cupcake miliknya dan ber-selca. Ide jahil Kyuhyun pun muncul. Secepat kilat ia mengambil cupcake-nya dan menggeser Yoona dengan kasar agar ia juga ikut terfoto.

Click!

YA! Sunbae! Lihat perbuatanmu! Wajahku jadi tertutup tanganmu!” omel Yoona.

Jinjja? Ah…mianhae Yoong,” ucap Kyuhyun dengan nada dibuat-buat. “Kalau begitu ayo kita ambil selca lagi.”

“Hei, jangan merengut begitu. Tersenyumlah Yoong,” ucap Kyuhyun lagi.

Kyuhyun menarik Yoona mendekat padanya. Yoona tidak melawan tapi ia tetap mempertahankan wajah jengkelnya. Sebanarnya, ia sangat ingin tersenyum. Tapi ia hanya bisa menunjukkan muka jengkelnya untuh menutupi debaran jantungnya. Disamping itu ia juga tahu diri. Ia tidak boleh menganggap ini adalah kencan. Ya, tidak boleh bahkan untuk dirinya sendiri. Karena kata kencan hanya ada untuk Seohyun.

Eotte?” tanya Yoona saat Kyuhyun melahap cupcake-nya setelah selca tadi.

Mashita,” jawab Kyuhyun.

“Kalau begitu aku akan makan cake cantik ini dulu.”

“Cantik?” Yoona hanya menjawab pertanyaan Kyuhyun dengan anggukan karena ia masih mengunyah cake itu.

“Wah… Sunbae, kau memang berbakat dalam hal ini. Kurasa kau akan jadi patissier terkenal nanti.” Yoona berkomentar dengan meniru ucapan Kyuhyun beberapa waktu lalu.

“Yang berbakat itu dirimu Yoong.”

“Semua orang bisa jadi patissier,” sahut Yoona cepat. “Oh iya, ini cake pertamamu ‘kan? Sepertinya kau tidak perlu berguru denganku lagi.”

“Apa benar cake buatanku enak?” tanya Kyuhyun masih tidak percaya.

Neeee. Kau mau sesendok?” tanya Yoona polos sambil menyodorkan sesendok cake yang langsung ia suapkan begitu Kyuhyun membuka mulutnya.

Sunbae, lihat ini,” Yoona menunjuk lapisan-lapisan rainbow cake Kyuhyun.

“Tiap lapis dari rainbow cake ini tebalnya sama. Teksturnya juga lembut dan rasanya tidak terlalu manis. Kau sudah berhasil membuatnya dengan baik!”

“Yoong, apa benar kado dariku adalah yang terindah untukmu?” tanya Kyuhyun setelah sempat ada keheningan.

“Tentu saja! Kau satu-satunya orang yang memberiku kado sebuah tiket ke Lotte World dan sunset di Sungai Han,” jawab Yoona bersemangat. “Dan aku merindukan itu semua.”

Wae?”

“Karena aku tidak pernah jalan-jalan lagi setelah Eomma meninggal.” mata Yoona mulai menghangat.

“Saat itu umurku 10 tahun, dan aku melarangnya untuk meninggal dengan alasan nanti tidak ada yang meminta Appa untuk libur dan mengajak kami jalan-jalan,”

Appa terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Dan Eonni yang merasa wajib menggantikan tugas seorang Eomma juga sangat protektif padaku.”

“Karena itu kau sering main ke rumahku?” sela Kyuhyun cepat.

Ne, karena sebelum mengenal Seohyun, Eonni hanya membolehkanku main ke rumahku. Karena itu aku sangat senang dan terharu kau memberiku kado jalan-jalan.”

*****SKIP TIME*****

Nae wasseo.” suara Yoona terdengar di seluruh apartemennya.

Eonni!” Yoona langsung memeluk kakaknya yang duduk di sofa.

Aigoo…sepertinya kau senang sekali. Bagaimana kencannya?”

“Terserah Eonni mau bilang kencan atau apa pun, tapi yang jelas itu sangat menyenangkan,” kenang Yoona.

“Sudah kubilang ‘kan, kalau ini baik untukmu lahir ataupun batin. Tapi kenapa waktu itu kau berpikir untuk menolaknya?” tanya Yoon Hee lagi.

“Karena aku tak ingin menjadi pengganggu ‘2 Hyun’ itu,” jawab Yoona lirih yang membuat Yoon Hee menghela nafas.

“Kalau urusan dengan hati begini memang susah, tapi hidup adalah pilihan dan dalam hal ini kau harus memilih otak atau hatimu,” kata Yoon Hee. “Apa pun pilihanmu aku akan mendukungnya.”

Ne Eonni, arasseo.”

By the way, itu apa?” tunjuk Yoon Hee pada kotak yang ada di pangkuan Yoona.

Rainbow cake dari Kyuhyun.”

“Wuah… Eonni boleh minta ya?”

“Nanti. Kalau aku sudah habiskan semua.” Yoona menjulurkan lidahnya dan kabur ke kamarnya.

YA! Awas kau! Aku tidak akan membantu percintaanmu lagi!” teriak Yoon Hee yang masih berdiri di tempat.

“Hahaha…aku bercanda Eonni, nanti akan kusisakan untukmu,” sahut Yoona sebelum ia menutup pintu kamarnya.

Di kamar, Yoona hanya berbaring di kasur sambil melihat beberapa selca yang ia ambil tadi. Kemudian ia bangun dan menyalakan komputernya untuk mencetak foto-foto itu. Ia tersenyum setelah menjepit foto di benang putih yang banyak melintang di depan meja belajarnya. Ia tahu, sangat tahu bahwa ia tidak akan bisa memiliki Kyuhyun. Tapi paling tidak foto-foto itu bisa membuatnya tersenyum tiap kali duduk di meja belajar dan ingat kalau Kyuhyun pernah bersamanya.

TO BE CONTINUED…

Beta-ed by : Jung Sang Neul

Iklan

4 pemikiran pada “[Fanfiction] Pastry Love (Part 4)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s