[Fanfiction] 21 Stars and 21.00

// 21 Stars and 21.00 //

Starring : Suzy (Miss A) and Sulli(f(x))

Horror, Slight!Angst, Sister-ship││Ficlet││General and Teenager

*Presented by Jung Sangneul*

©Adapted from My Real Dream©2013©

———-

 

Malam.

Gadis itu kembali menghitung bintang rekayasa yang tertempel di langit-langit kamarnya, kendati ia sudah menghafal jumlahnya sejak lama. Lama sekali. Kamarnya terasa berkilap, itu juga sudah lama, lama sekali. Sampai ia lupa kapan pertama kali ia melihat semua pemandangan ini. Tubuhnya berguling ke samping setelah selesai mengerjap dan menghitung bintang-bintang itu.

Ada 21. Dengan bintang paling besar di tengah. Mungkin itu yang namanya bintang kejora, pikirnya. Ia masih tersenyum di detik ini, namun detik berikutnya ia merengut. Sebal. Malam sebelumnya tidak ia pungkiri juga terlewati dengan cara ini. Tapi ia tidak sendiri. Ia bersama seorang teman, sahabat, juga saudara. Satu orang yang merangkap banyak status baginya.

Namanya Sulli hari ini. Tapi teman, sahabat, dan saudaranya itu memanggilnya Li-ah, dan ia selalu tersenyum setiap panggilan itu hampiri telinganya. Itu terdengar manis, baginya.

Seharusnya juga malam ini teman, sahabat, dan saudaranya itu ada di sebelahnya dan mereka bisa menghitung bintang bersama. Bahwa bintangnya masih sama seperti pertama kali mereka menghitungnya bersama. Jika ada tambahan, itu aneh, karena mereka susah untuk memasang bintang tambahan. Dulu bintang-bintang itu dipasang oleh orangtua mereka—tepatnya Ayah mereka. Dan kini, Ayah mereka telah berpulang, sementara Ibu mereka menetap di luar negeri sementara waktu, bergelut dengan pekerjaannya sendiri.

Meninggalkan keduanya di Korea sendiri.

“Suzy-ah, datanglah. Aku kesepian.” rintih Sulli pada akhirnya, ia memainkan selimut di sebelahnya. Ia tidak bisa tidur sendiri, sejujurnya. Dan teman-saudara-sahabatnya, Suzy, harus cepat mengisi kekosongan ini. Baca lebih lanjut

[Sinopsis Drama] Gu Family Book

Annyeong haseyo, ni hao! Nah di hari Sabtu yang cerah ini, semangat HUT RI yang ke 68 masih berkobar ya(oke nggak nyambung). Di hari Sabtu yang ternyata udah H-2 liburan ya(hiks, sedih) buat anak sekolahan, aku mau posting review K-Drama. Hahaha, udah lama banget ya nggak posting beginian. Soalnya butuh waktu yang senggang, maklum aku kan sibuk gitu(preet!), eh tapi bentar lagi beneran sibuk buat unas loh. Udah deh curcolnya, kita langsung masuk ke review alias sinopsisnya yuk!

 

Yang pertama, drama ini sudah tayang sejak April kemarin menurut informasi yang kudengar. Sekarang saja sudah nongkrong di layar televisi kita, ikan terbang, alias Indosiar milik kita bersama(eh, apa sih slogannya?). Oke itu nggak penting. Tapi di televisi itu belum selesai, paling baru tayang lima atau enam atau tujuh episode gitu? Sedangkan aku akan membagi link semua sinopsis(insyaAllah). Okesip.

Drama ini dibintangi oleh banyak aktor dan aktris, di antaranya ada yang dari girlband terkenal. Siapa yang Say A? Nah, Suzy sang maknae dari GB Miss A ikut ambil bagian sebagai pemeran utama wanita di sini. Di sini dia berperan dengan Lee Seunggi, aktor terkenal yang membintangi drama dengan rating bagus(cth : My Girlfriend is A Gumiho bareng Shin Min Ah, King 2 Hearts bareng kak Ha Jiwon). Baca lebih lanjut

[Fanfiction] Back To Love

Title : Back to Love

Cast: Sulli f(X) and Taemin (SHINee)

Genre: Friendship, Sad, Happy

Rating: Siapa saja boleh ^^

Length: One Shoot (Sequel untuk FF It’s My Mistake)

Author: Jung Sang Ri

Annyeong All^^

Ini aku membuat sequel-nya It’s my mistake. Kan kemarin ada reader yang minta tuh. Buat Choi Minrin, semoga puas yah. This is for you ^^ Haha. Udah deh, don’t bash and plagiat! happy reading ^^

Baca lebih lanjut

[Oneshot] Love Sick

Title : Love Sick

Author Name : maknae_99

Cast : – Bae Suzy ( Miss-A )

– Choi Minho ( SHINee )

Support Cast : – Lee Taemin ( SHINee )

– Thunder ( MBLAQ )

Genre : Romance, comedy, Friendship

Length : Oneshot

Rating : PG-13

***

Love Sick

“Annyeong haseyo, Bae Suzy imnida!” yeoja bernama Suzy itu membungkukkan dirinya setelah mengenalkan diri di depan kelas. Ya, benar. Ia adalah murid baru di sekolah bernama Nadam High School. Ia adalah murid pindahan dari Kanada.

“Suzy-ah, kau bisa duduk disebelah Minho” ucap Lee sonsaengnim sambil menunjuk kursi kosong disebelah Minho

‘Neomu yeppeo’ batin Minho dalam hati. “Minho-ya, kumohon hilangkan kebiasaan burukmu itu. Dan hilangkan senyum anehmu itu. Suzy memperhatikanmu, tahu?!” gertak Taemin dari belakang. Tapi masih tetap dengan suara pelan.

“Annyeong, Suzy-ssi. Senang berkenalan denganmu,” sapa Minho entah pada siapa. Yang jelas untuk Suzy, tapi Suzy terlalu fokus memperhatikan penjelasan Lee sonsaengnim. Akhirnya Minho hanya menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal sama sekali. Sementara Taemin yang melihat pemandangan itu hanya terkikik geli. Melihat sahabatnya diacuhkan oleh seorang yeoja.

***

KRING..KRING..KRING..

Bel penyelamat para siswa Nadam berdering. Saatnya istirahat. Minho yang dari tadi ingin menyapa Suzy tapi gagal, mencobanya lagi.

“Annyeong, Suzy-ssi. Minho imnida.” sapa Minho. Berhasil. Suzy menoleh kepadanya.

“Annyeong juga Minho-ssi.” jawab Suzy sambil tersenyum.

“Mau ke kantin bareng? Dengan Taemin juga tentunya, kau mau kan Taemin?” tanya Minho sekaligus kepada 2 orang, Suzy dan Taemin.

“Ne, kajja.” jawab kedua orang itu berbarengan. Minho dibuat kaget oleh mereka. ‘Bagaimana bisa mereka berdua menjawab pertanyaanku bersamaan?’ batin Minho.

“Ng? Kajja!” seru Minho sambil berdiri lalu berjalan bersama Suzy dan Taemin.

***

Dan begitulah hari-hari selanjutnya berjalan. Minho melakukan pendekatan kepada Suzy yang tanpa Suzy ketahui. Dan Suzy juga menunjukkan respon yang baik. Sebuah lampu hijau bagi Minho untuk mengenal Suzy lebih spesifik lagi. Tapi ia belum berani menyatakan perasaannya pada Suzy. Ia takut ditolak. Alasan yang konyol memang. Tapi ia sudah pernah mempunyai pengalaman seperti itu sebelumnya. Ia tak ingin kejadian itu terulang lagi. Tidak ada yang tahu kejadian itu kecuali Tuhan dan Minho. Menurut Minho, kejadian itu sangat memalukan untuk diungkapkan saat SMA ini. ‘Minho yang cool pernah ditolak seorang yeoja saat SMP dulu’, berita itu akan sangat menggemparkan.

Hari ini rencananya ia akan memberi tahu Taemin perasaannya terhadap Suzy. Ia belum memberi tahu Taemin tentang hal ini. Semoga ia tidak marah karena aku memberi tahunya terlambat, pikir Minho. Begitu sampai di kelasnya, ia sudah melihat Taemin duduk manis di kursinya sambil membaca buku, tak lupa earphone yang sudah bertengger manis di telinganya. Ia segera duduk di kursinya dan menoleh melihat Taemin. Ia sangat heran dengan sahabatnya ini. Jam berapa ia berangkat? Pasti sangat pagi. Mungkin saat Minho baru bangun, Taemin sudah berangkat. Mungkin?

“Taemin-ah, aku ingin mengatakan sesuatu. Lepaskanlah dulu earphone dan bukumu itu. Jebal. Bbuing bbuing,” kata Minho sambil memperlihatkan aegyonya. Aegyo yang sangat jarang, bahkan di hadapan keluarganya sendiri.

“Ne? Hyung, aku ingin melihat bbuing-bbuingmu itu lagi. Kumohon ulangi sekali lagi, ya?” Rencana Minho berhasil. Taemin mengalihkan perhatiannya dari buku menjadi menghadapnya.

“Aish, kau ini. Nanti saja jika aku sudah selesai bercerita, ya?” pinta Minho. Taemin hanya mengangguk.

“Hyung ingin bercerita apa?” tanya Taemin antusias. Tentunya agar ia bisa cepat melihat tingkah aegyo Minho.

“Begini, sebelumnya aku minta maaf dulu karena tidak memberi tahumu dari kemarin-kemarin, ya? Oke? Jadi begini, aku sebenarnya menyukai Suzy. Sejak pertama kali ia masuk. Jadi melamun itu bukan kebiasaan burukku saat bertemu orang baru. Melainkan saat itu aku tengah mengagumi Suzy. Nah—” perkataan Minho terpotong karena ia mendapat tanda-tanda kalau Suzy datang dari mata Taemin. “Yasudahlah, Taemin-ah. Kau sudah mengetahui masalah sebenarnya, kan?” tanya Minho, Taemin hanya mengangguk. “Kalau begitu bersikaplah seperti biasa saja. Seperti tidak terjadi apa-apa. Arraseo?” perintah Minho. “Dan juga jangan memberitahu siapapun perihal masalah ini, ok?” pinta Minho lagi. Dan lagi-lagi Taemin hanya mengangguk.

“Minho-ya, besok kau ada acara tidak?” tanya Suzy pada Minho setelah duduk di bangkunya.

“Anio. Wae?” tanya Minho santai.

“Mm, besok jalan-jalan yuk. Aku ingin ke cafe yang baru dibuka di daerah perbatasan Seoul-Gangnam itu. Ne? Jebal, Minho-ya. Aku juga ingin mengenalkanmu pada seseorang,” rengek Suzy.

“Jinjja? Nuguya?” tanya Minho penasaran.

“Ada deh. Temani aku dulu, ya?” pinta Suzy lagi.

“Arasseo. Jam berapa? Jam 9?” tawar Minho. Sementara Suzy hanya mengangguk.

“Ah, hyung. Tadi kau berjanji akan memperlihatkan aegyomu padaku. Ayo, cepatlah. Sebelum Park sonsaengnim masuk.” Taemin menagih janji Minho tadi pagi.

“Ya! Kapan-kapan saja Taemin-ah. Kelas sudah ramai. Aku malas.” jawab Minho enteng.

“Ah, kau tidak seru, hyung!” rajuk Taemin.

***

“Suzy-ah, kau sudah kutemani jalan-jalan. Dan sekarang kita sudah di kafe ini. Siapa orang yang ingin kau kenalkan padaku itu?” tanya Minho penasaran. Dari tadi  ia sudah bertanya berkali-kali pada yeoja bermarga Bae itu. Tapi ia hanya tersenyum dan menjawab dengan santai, ‘Aku beritahu nanti saat di kafe’. Mereka sudah berkeliling Seoul dan Gangnam mulai jam 9 pagi tadi sampai jam 4 sore sekarang ini. Sudah cukup lama Minho bersabar menunggu jawaban dari yeoja yang ia sukai mulai 2 bulan lalu.

“Ne? Aku ingin mengenalkanmu dengan—“ perkataan Suzy sengaja ia gantung, meneliti setiap sudut kafe. Mungkin ia menemukan sosok namja yang ia tunggu dari  tadi.

Kafe ini meskipun baru buka tapi sudah cukup ramai. Makanan dan minuman yang enak dan rasanya yang khas makin membuat kafe itu ramai.

“Itu!” seru Suzy ceria lalu melambaikan tangannya pada namja tersebut. Berharap namja itu melihatnya dan segera menghampirinya.

Mata Minho mengikuti gerak arah pandangan Suzy. Dan ia berhenti pada sesososk namja yang ditunjuk Suzy. Namja itu berjalan ke arah mejanya dan Suzy.

“Minho-ya, kenalkan. Ini Thunder oppa. Ia namjachinguku. Ia asli dari Kanada.” Suzy memperkenalkan Thunder pada Minho.

“Annyeong haseyo, Thunder imnida.” Thunder memperkenalkan dirinya lalu membungkuk di hadapan Minho.

“Minho imnida” Minho membalas bungkukan Thunder.

Sementara itu, jauh di dalam hati seorang Choi Minho, ia merasakan sakit yang sangat dalam. Seketika hatinya seperti tertancap beribu-ribu paku yang sudah lama ada di dalamnya. Sekarang ia hanya bisa diam seperti patung. Sepertinya alam sangat tahu keadaan hati Minho. Tatapannya kosong. Sekarang sedang tidak ada Taemin yang mengingatkannya saat ia melamun. Inilah kebiasaan buruk Minho. Melamun di segala tempat, tanpa terkecuali.

“Minho-ssi?” Tangan Thunder dilambai-lambaikan di hadapan muka Minho. Suzy juga mengikutinya.

“Ne? Ah, mianhae. Aku sering begini jika bertemu orang yang baru kukenal. Saat Suzy menjadi murid baru di kelasku, aku juga begini. Melamun. Biasanya ada Taemin yang mengingatkanku, tapi sekarang ia sedang tidak bisa ikut. Mianhae.” sesal Minho. Ia merutuki dirinya sendiri.

Sementara Thunder yang mendengar Minho berceloteh ria hanya bisa bengong. Suzy yang melihat itu langsung menerjemahkannya dalam bahasa inggris. Minho yang melihat itu merasa hatinya mulai memanas. Bagaimana tidak? Suzy menerjemahkannya dengan membisikkannya langsung di telinga Thunder. Ia mengambil keputusan jika ia sedang berbicara dengan Thunder, ia harus berbicara dalam bahasa inggris. Agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi dan membuat hatinya semakin sakit.

“Thunder-ssi, bahasa koreamu cukup fasih. Meskipun kau dari Kanada,” Minho mengalihkan pembicaraan. Ia mulai mencoba berbicara menggunakan bahasa inggrisnya yang pas-pasan.

“Kamsahamnida” jawab Thunder sambil tersenyum. Dalam hati Minho ia berpikir bagaimana bisa orang Kanada ini bentuk wajahnya mirip orang korea?

Dan setelah itu, Suzy dan Thunder berbicara sendiri. Minho yang merasa menjadi kacang memberi pesan pada Taemin, menyuruhnya menelpon dan membuat pertemuan mendadak. Ia sangat tidak menyukai suasana seperti ini.

RING DING DONG, RING DING DONG, RING DIGIDING DIGIDING DING DING…

Ponsel Minho berbunyi, menandakan ada telepon masuk. Minho memastikan bahwa itu Taemin lalu segera mengangkatnya.

“Yeoboseyo? Waeyo Taemin-ah?”

“……”

“Ne, di H&G Cafe ya? Arraseo. Aku segera kesana” KLIK!

Telponnya ia tutup. Ia kasihan pada Taemin yang hanya disuruh menelponnya padahal ia hanya diam saja. “Suzy-ah, Thunder-ssi, aku permisi dulu. Taemin memintaku menemuinya di H&G Cafe. Sepertinya ada sesuatu yang penting. Aku pamit dulu.” salam Minho entah pada siapa. Thunder dan Suzy masih bercengkrama. Mereka hanya melihat Minho sebentar, tersenyum, lalu kembali dengan kegiatan mereka. Mengobrol.

***

“Huwaaa, Taemin-ah. Aku patah hati,” tangis Minho begitu sampai di rumah sahabatnya Taemin.

“Waeyo, hyung? Kau baru datang langsung menangis. Untung hanya ada aku di rumah. Jika ada orang tuaku bagaimana?” oceh Taemin. Sepertinya ia tertular penyakit cerewet dari seorang yeoja.

“Ya! Aku ini sedang curhat. Kenapa kau malah yang ngoceh? Huh?” sahut Minho marah. “Apa kau tertular virus cerewet Sulli? Eung?” lanjut Minho lagi. Jujur, rasa sedih di hati Minho sudah sedikit menghilang. Akibat ocehan dari orang yang sudah dianggapnya sebagai adik itu.

“Anio. Bagaimana bisa aku tertular virus cerewet Sulli? Orangnya saja ada di Jepang sana,” bantah Taemin.

Sulli adalah yeojachingu Taemin. Ia untuk sementara pindah ke Jepang mengikuti pekerjaan ayahnya yang ditugaskan di sana. Rencananya ia akan balik ke Korea saat masuk kuliah.

Minho sekarang hanya dapat melongo melihat Taemin yang terus mengoceh. Entah apa yang diocehkannya. Minho hanya dapat menatap dongsaeng tidak resminya itu terus mengoceh. Sampai saatnya ia capek, dan berhenti.

“Taemin-ah, neomu neomu neomu kamsahamnida. Berkat ocehanmu yang panjang kali lebar kali tinggi sama dengan volume itu, penyebabku menangis tadi sudah hilang. Kalau begitu aku pulang dulu Taemin-ah. Annyeong!” pamit Minho lalu berjalan keluar dari kamar Taemin dan pulang menuju apartemennya. Sekarang Taemin yang terbengong melihat Minho memotong ocehannya yang panjaaaaang itu, lalu pergi pulang. Sebenarnya Taemin sangat ingin tahu apa penyebab hyungnya menangis itu. Mengingat Minho adalah namja yang cool dan jarang menangis. Ia mengingat satu hal. Minho bilang bahwa hari ini ia pergi dengan Suzy.

“Apa Suzy penyebab Minho-hyung menangis? Apa saat Minho-hyung menyatakan perasaannya Suzy menolak? Ah, lebih baik aku tanyakan Suzy saja besok” gumam Taemin.

***

“Suzy-ah, apa kau kemarin pergi dengan Minho-hyung?” tanya Taemin begitu melihat Suzy duduk di tempatnya. Minho-hyung belum datang, saat yang tepat untuk mengintrogasi Suzy, pikir Taemin.

“Ne, Taemin-ah. Aku berkeliling Seoul-Gangnam bersamanya lalu mampir ke kafe baru di sana. Aku memperkenalkannya pada namjachingu-ku, Thunder. Lalu ia mendapat telepon darimu dan memutuskan kau memintanya bertemu di H&G Cafe. Ada apa Taemin-ah?” Suzy menjelaskan kronologi kejadian kemarin.

“Ah, ternyata itu yang membuat hyung patah hati sampai menangis kemarin. Pantas saja,” gumam Taemin sambil tersenyum. Tapi sayangnya gumaman itu terdengar oleh Suzy.

“Mwo?! Minho menangis? Bagaimana bisa? Aku hanya mengenalkannya pada namjachinguku. Jika ia patah hati hanya gara-gara itu berarti ia—” perkataan Suzy terpotong. Ia menemukan titik terang. Minho menyukai dirinya. Seorang Choi Minho menyukai Bae Suzy yang sudah mempunyai namjachingu bernama Thunder. Taemin hanya mengangguk.

“Ne, Minho-hyung menyukaimu. Tepatnya semenjak kau masuk sekolah ini. Masa pendekatan yang ia lakukan menunjukkan hasil positif. Kau meresponnya terlalu berlebihan. Minho-hyung terlalu berharap kepadamu. Jika saja yang akan kau kenalkan adalah sahabat lamamu atau siapapun kecuali namjachingumu itu, mungkin kemarin ia sudah menyatakan perasaannya padamu.” Taemin menjelaskan semuanya dengan detail. Sesaat kemudian ia menutup mulutnya. ia telah membongkar rahasia Minho.

Suzy yang sadar akan hal itu hanya tersenyum. “Ternyata aku terlalu memberinya kesempatan. Gwenchana Taemin-ah. Aku tidak akan memberi tahu Minho akan hal ini. Tenang saja.” Suzy tersenyum lagi.

“Ya! Apa yang kalian bicarakan?! Huh?” Minho yang baru datang membuat mereka kaget dan segera duduk dengan tenang di tempatnya sendiri.

“Anio, hyung. Kami hanya membicarakan tentang comeback baru SNSD. Kebetulan Suzy seorang SONE, dan aku. Kau tahulah, hyung,” sahut Taemin cepat sambil menyenggol lengan Minho. “Iya kan, Suzy?” tambah Taemin. Ia mengedipkan sebelah matanya. Menyuruh Suzy berkata ‘iya’

“Ne, Minho-ya. Lagian, tumben sekali kau datang agak siang? Biasanya mendahuluiku.” Suzy mengalihkan pembicaraan. Ia sangat pandai mengatur suasana, batin Taemin.

“Terserah aku, dong. Lagipula kemarin aku dikacangi, sekarang sangat baik. Apa maksudnya itu? Iya kan, Taemin-ah?” jawab Minho ketus+dingin. Sekaligus menyindir Suzy. Suzy yang merasa tersindir lebih memilih diam. Taemin hanya mengangguk pelan. Tak lama kemudian Han sonsaengnim masuk ke kelas mereka.

***

“Minho-ya, mianhae. Aku tidak tahu kalau kau mempunyai perasaan padaku. Jeongmal mianhae. Aku tidak bermaksud seperti itu. Kumohon, maafkan aku, ya?” pinta Suzy pada Minho yang sudah berhari-hari ngambek itu.

“Ayolah, Minho-ya. Apa kau tidak kasihan melihat Suzy seperti ini terus setiap hari? Datang ke apartemenmu lalu memohon-mohon di depannya? Kau juga membiarkan sahabatmu seperti ini juga?” rajuk Taemin, ikut membantu Suzy. Minho yang merasa kasihan terhadap 2 orang di luar apartemennya itu akhirnya membukakan pintu untuk kedua orang tersebut.

“Masuklah,” kata Minho dingin saat membuka pintu apartemennya. “Ya! Kau kenapa? Mukamu sangat kusut. Waeyo?” tanya Taemin khawatir. “Gwenchana,” jawab Minho singkat, padat, dan kurang jelas. “Tanya saja orang itu!” jelas Minho sambil menunjuk Suzy.

“Minho-ya, mianhae. Aku tidak tahu kalau kau mempunyai perasaan padaku. Jeongmal mianhae. Aku tidak bermaksud mempermainkan perasaanmu. Maafkan aku, ya?” rajuk Suzy lagi setelah duduk disamping Minho.

“Ayolah, Minho. Kau harus move on. Move on, bro. Move on.” kata Taemin sok gaul.

“Ne, oppa. Kau harus mendengar perkataan Taemin barusan itu. Kau harus move on, oppa. MOVE ON.” tambah Suzy sambil menekankan kata move on di akhir kalimatnya.

“Mwo?! Kau memanggilku oppa? Kalau begitu, aku selesai marahannya,” jawab Minho sambil tersenyum cerah.

“Kalau tau begini lebih baik kau memanggilnya oppa dari dulu Suzy-ah” bisik Taemin tepat di telinga Suzy, dan yang dibisiki hanya mengangguk setuju. Minho yang memperhatikan mereka menghilangkan senyuman di bibirnya.

“Ya! Kalian membicarakan apa?” tanya Minho dengan nada tinggi.

“Anio. Oppa, kau mau kuperkenalkan dengan—“ ucapan Suzy terpotong oleh Minho. “Kau mau kenalkan aku dengan siapamu lagi, huh? Pacar sudah. Siapa lagi?”

“Ya! Suzy belum selesai bicara, kan? Dengarkan dulu lah,” amuk Taemin.

“Aku ingin mengenalkanmu dengan Krystal, saudaraku. Ia masih di Kanada, minggu depan ia akan berkunjung ke Korea. Krystal cantik kok, oppa. Apa oppa, ingin mengenalnya?” tawar Suzy.

“Siapa nama lengkapnya?” tanya Minho.

“Krystal Jung. Dia orang korea asli kok,”

“Krystal Jung? Hmm, sepertinya aku pernah mendengar nama itu, tapi kapan ya? Ah, lupakan,” seru Minho sambil mengibaskan tangannya. “Apa kau punya fotonya?” tanya Minho.

“Tentu saja. Ini,” jawab Suzy sambil menyerahkan handphonenya pada Minho dan Taemin.

“Ini yang namanya Krystal Jung?” tanya Taemin pada Suzy. Suzy hanya mengangguk pertanda bahwa itu benar-benar Krystal.

“Cantik.” komentar Taemin.

“Ya! Sulli mau kau kemanakan? Jangan bilang kau juga mau move on Taemin-ssi?!” tanya Suzy.

“Ini….mantan yeojachinguku.” jawab Minho pelan. Dan langsung mendapat tatapan tajam dari Suzy dan Taemin. Disusul dengan teriakan yang sangat merdu dari mereka berdua.

“MWO?!”

END

Gimana, gimana? Aneh kan, gj kan? /plak/ #abaikan

Hm, meskipun ini sangat lucu menurutku, tapi comment is a must! Dont be a plagiator… ^o^

Makasih buat unnie yang mau postingin dan mengedit bahasa yang kurang pas. Gomawo *bow*